Apa Yang kamu cari ?

Kamis, 19 Oktober 2017

Organisasi Pendidikan Terbaik postheadericon

Kontributor Generasi Penerus Sosial | Pada 10:05

Istilah organisasi secara etimologi berasal dari bahasa latin “organum” yang berarti “alat”. Sedangkan “organize” (bahasa inggris) berarti “mengorganisasikan” yang menunjukkan sebuah proses untuk mencapai sesuatu. Organisasi sebagai salah satu fungsi managemen sesungguhnya telah banyak disefinisikan oleh para ahli. Gibson at.all (1995:6) dalam Imam Machali dkk. Mengartikan organisasi sebagai wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri.
Sedangkan Robbins (1994:4) masih dalam buku yang sma, mendefinisikan organisasi seabagai kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sekali lagi masih dalam rujukan yang sama, Sondang P. Siagian mengemukakan bahwa organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja secara bersama dan formal dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditetapkan ikatan mana orang/kelompok yang disebut atasan dan mana yang disebut bawahan. Prajudi Atmosudirjo juga mengemukakan bahwa organisasi adalah “struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang-orang pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.[2]
Hoy dan Miskel (2001:1) dalam Ara Hidayat dan Imam Machali, menelusuri kajian organisasi dalam tiga pandangan, yaitu rasional, natural, dan open system. Pandangan rasional organisasi merupakan instrumen formal yang dibuat untuk mencapai tujuan organisasi dan struktur merupakan instrumen formal yang dibuat untuk mencapai tujuan. Pandangan natural organisasi dipandang sebagai kelompok sosial khusus yang bertujuan untuk pertahanan, orang-orang merupakan aspek penting. Sedangkan pandangan open system adalah organisasi dipandang sebagai sesuatu yang potensial untuk menggabungkan komponen rasional dan natural dalam suatu kerangka dan memberikan satu pandangan yang lebih lengkap.[3]
Dari beberapa pengertian yang tertera dia atas menunjukkan bahwa organisasi adalah sebuah wadah, tempat atau sistem untuk melakukan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sedang pengorganisasian (organizing) merupakan proses pembentukan wadah/sistem dan penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.[4]
Kemudian jika dikaitkan dengan pendidikan (organisasi pendidikan) adalah tempat untuk melakukan aktivitas Pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Sedang pengorganisasian pendidikan adalah sebuah proses pembentukan tempat atau sistem dalam rangka melakukan kegiatan kependidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
Mulanya penting kiranya kita memahami unsur-unsur dasar pembentuk sebuah organisasi, yaitu;
1.         Adanya tujuan bersama, organisasi mensyaratkan sesuatu yang akan diinginkan, biasanya terumuskan dalam visi, misi, target, tujuan. Dalam hal ini sekolah harus merumuskan visi, misi, tujuan pendidikan dalam wadah dan sistem pendidikan tersebut yang ingin dicapai.
2.         Adanya kerja sama dua orang atau lebih untuk mewujudkan tujuan bersama,
3.         Adanya pembagian tugas, untuk efektifitas, efisiensi, dan produktifitas organisasi,
4.         Adanya kehendak bekerja sama untuk mencapai tujuan.[5]
Sekolah sebgai lembaga pendidikan sudah seharusnya mempunyai organisasi yang baik agar tujuan pendidikan formal bisa tercapai dengan maksimal. Unsur-unsur personal dilingkungan pendidikan adalah kepala sekolah, guru, karyawan, dan murid. Selain itu uga sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang berada dibawah instansi atasan baik iti kantor dinas atau akntor wilayah departemen yang bersangkutan.
Organisasi pendidikan yang baik hendaklah membagi tugas-tugas dan tanggungjawab dengan sesuai kapasitas, fungsi dan wewenang serta kemampuannya untuk mencapai tujuan pendidikan. Melalui stuktur organisasi yang ada anggota organisasi pendidikan akan mengetahui tugas dan wewenang semua steakholder pendidikan.

Dengan organisasi yang baik dapat dihindari sistem organisasi yang bersifat otoriter dan inklusif terhadap semua anggota.[6]

0 komentar:

Posting Komentar

Generasi Penerus Sosial. Diberdayakan oleh Blogger.
 
;